Jam Rusak yang Tetap Berdetak
Jam Rusak yang Tetap Berdetak
Jam yang rusak masih bisa berdetak.
Bunyinya ada.
Geraknya terlihat.
Tapi waktunya salah.
Sekilas, jam itu tampak hidup.
Tapi fungsinya hilang.
Dalam hidup, banyak orang terlihat sibuk.
Hari-harinya penuh.
Aktivitasnya padat.
Tapi ketika dilihat lebih dekat, arah waktunya tidak jelas.
Bergerak, tapi tidak menuju mana pun.
Sibuk sering disalahartikan sebagai progres.
Padahal bergerak tanpa arah hanya membuat lelah.
Jam yang berfungsi baik bukan yang berdetak paling keras,
tapi yang menunjukkan waktu dengan benar.
Kadang, memperbaiki hidup bukan soal menambah aktivitas,
tapi menyetel ulang arah.
Mengurangi.
Menyederhanakan.
Menyesuaikan kembali.
Kedewasaan datang saat seseorang berani bertanya pelan:
“Aku bergerak ke mana sebenarnya?”
Dan berani berhenti sebentar untuk membenarkannya.

